Moment bersejarah telah tercipta di Lapangan Benteng, Medan, Sumatera Utara, Minggu (23/9/2018). Api obor Asian Para Games 2018 telah menyala di kota terbesar ke-4 di Indonesia ini, untuk segera dioper ke Pangkal Pinang, lalu ke Jakarta.

Saya berkesempatan meliput Pawai Obor Asian Para Games 2018 tersebut, usai ditugaskan oleh Mak Sumiyati Sapriasih, selaku ketua Komunitas Sahabat Blogger. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan, tanpa pikir panjang, saya siap berangkat ke Medan.

Mendarat pada Sabtu (22/9/2018) lalu, saya pun langsung dioper ke pihak Kominfo dan koordinator blogger di Kota Medan. Berbagai hal soal rencana peliputan esok hari, sampai tempat menginap dan makan pun langsung saya terima.

Oh iya, saya pergi bersama Annisa, rekan satu Komunitas Sahabat Blogger. Kami diarahkan untuk memberitakan dari sudut pandang yang berbeda, layaknya sudut pandang seorang Blogger.

Sudut pandang yang lebih kreatif, unik, dan menarik pastinya.

[Foto: Saya dan beberapa blogger dan media saat makan dan rapat]Pada hari-H, ada 11 pos yang diisi para orang penting di Medan, atlet Asian Para Games, maupun pihak pemerintahan. Seperti Wali Kota, Kapolda, beberapa atlet berprestasi asal Medan, Mendikbud, sampai di pos terakhir ada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Setiap pos itu juga diisi oleh hiburan-hiburan yang unik-unik. Mulai dari pawai menggunakan mobil-mobil tua seperti Jeep CJ 7 dan Volkswagen Combi 63.

Medan Semarakan Pawai Obor Asian Para Games 2018

Semarak, bisa jadi satu kata yang tepat untuk menggambarkan pawai bersejarah Minggu lalu. Bukan hanya karena ini moment bersejarah, tapi sejumlah kejutan yang disajikan panitia penyelenggara, INAPGOC.

Keunikan menjadi satu hal yang ingin mereka tekankan. Panitia di Medan tak mau kalah dengan pawai tanpa obor di Jakarta yang dihadiri banyak artis dan band ternama, seperti Kotak, HiVi, dan lain-lain.

Meski pawai obor Asian Games 2018 di Medan tak mengundang banyak artis seperti di Jakarta, mereka telah berhasil menghibur para warga dengan hiburan taktis. Mengapa taktis? Karena kegiatan torch relay kali ini cenderung mengejutkan juga mengagumkan.

Mulai dari arak-arakan oleh sejumlah polisi dengan yel-yel uniknya, sampai tarian tiba-tiba atau flashmob di tengah Lapangan Benteng. Tidak hanya itu, ada juga para warga yang memang mengikuti kejuaraan se-Asia ini sejak dulu.

[VIDEO: https://youtu.be/dCHBS5IhAzE]

Mereka terlihat sangat antusias, apalagi saat beberapa bintang dipanggil untuk diberi penghargaan. Teriakan menyemangati para atlet idolanya itu terdengar riang memecah fokus jalannya acara.

Adapun atlet-atlet yang hadir datang dari berbagai cabang olahraga. Mulai dari Tenis Meja, dengan bintangnya Bahder Johan Harahap dan Anton Suseno, lalu cabang atletik dengan Zainul Kahfi, atlet angkat besi Sri Indriyani dan Patmawati, dan atlet tinju Hendrik Mangungsong.

[FOTO: Atlet Bahder pegang Obor]Mereka semua pernah menjuarai berbagai kompetisi internasional. Bahder dengan medali perak dan perunggu di Porcanas 2008-2016; Anton Suseno dengan 6 medali emas Sea Games, Zainul Kahfi dengan medali emas, perak dan perunggu pada Porcanas 1998; Sri Indriyani dengan Perunggu di Olympiade Atlanta; dan Patmawati juga Hendrik Mangungsong dengan pengalaman mengikuti Olympiade.

Bukan hanya tarian flashmob, ada juga tarian khas melayu yang diperagakan para boru Medan dengan sangat lihainya. Saya pun iseng bertanya, sudah berapa lama latihannya? “Berbulan-bulan katanya,”

Waw. Wajar saja jari lentik mereka begitu berhasil memikat mata pejabat dan masyarakat.

Adapun tarian-tarian yang dibawakan memang berasal dari melayu, tepatnya pulau Sumatera. Semua ditarikan dalam satu moment, dengan campuran beberapa lagu yang sudah diatur sedemikian rapihnya. Tentu, para penari sudah paham betul ketukan maupun hentakannya.

Tepuk riuh pun saling bersaut usai kegiatan itu. Satu hal yang selalu diteriakkan di Lapangan Benteng ialah: “Gelorakan Semangat Peduli Disabilitas!”

Kata itu terucap dengan serentak, dipandu pembaca acara usai hitungan ketiga. Slogan itu menjadi tanda bahwa Obor Asian Para Games 2018 telah selesai diarak di Medan dan siap diperkenalkan ke Pangkal Pinang.

Pawai Obor Medan 2018 Belum Selesai

Usai slogan semangat gelorakan peduli disabilitas, acara tak sepenuhnya berhenti begitu saja. Ada satu lagi yang tak kalah menarik, yaitu nyanyian merdu Sammy Simorangkir juga Govindo Band secara langsung.

Selama ini, saya hanya mendengar suara mereka via telepon genggam atau radio sederhana. Kini, saya bisa menyaksikkan langsung, apalagi mendengar suara merdu mereka tanpa penghalang apapun, kecuali pengeras suara.

Nyanyi bersama menjadi hal yang sulit ditolak. Kami terlarut dalam suasana, mulai dari lagu galau sampai bahagia.

Di sisi lain, saya tengok banyak bazaar juga. Mulai dari jajanan umum seperti es cendol biasa, sampai jajanan khas medan, seperti lomang dan lapet manis mengenyangkan.

Puas adalah satu kata yang cukup menggambarkan Pawai Obor Asian Para Games 2018 kemarin. Saya begitu bersyukur dapat langsung menyaksikan moment bersejarah ini, tanpa penghalang layar kaca, apalagi iklan sosial media.

Semoga dan terus semoga, Indonesia dapat menjadi tuan rumah yang ramah. Usai Asian Games 2018 sukses terselenggara, jangan abaikan Asian Para Games 2018 yang juga mewah.

Harapan saya, para atlet Asian Para Games 2018 dapat meraih banyak cinta dari masyarakat Indonesia. Medali itu bonus menurut saya, yang pentig, rasa bangga akan bangsa dan saling mendukung satu sama lain.

Maju terus Indonesia, mari sukseskan Asian Para Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Semangat untuk para atlet, jangan kendor mendukung untuk kita para penonton. Dukungan kalian begitu berarti buat mereka, jangan pernah sia-siakan moment berharga ini.

“INAPGOC, Inspiring, spirit, sukses,”

12 KOMENTAR

  1. Terima kasih Hotlasmora teleh menjalankan tugas dari Komunitas Sahabat Blogger untuk peliputan para Asean Games di Medan. Saya sekaku Founder Komunitas Sahabat Blogger merasa puas atas kerja kalian. Terus memberikan informasi untuk masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here