Komunitas Sahabat Blogger

Live Streaming Youtube KBR Geliat Pemberantasan Kusta di Tengah Pandemi

24 160

Hai semuanya, kali ini Kami ingin membahas tentang kesehatan. Kebetulan di akhir bulan Mei tepatnya tgl 31 Mei 2021 NLR Indonesia dan Ruang Publik KBR menggelar live streaming youtube dengan tema “Geliat Pemberantasan Kusta di Tengan Pandemi” dengan narasumber Bp. Komarudin, S.Sos.M.Kes selaku Wasor (wakil supervisor) kusta kab. Bone. Dan DR. Rohman Budijanto SH MH selaku Direktur Eksekutif The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi-JPP dari Lembaga Nirlaba Jawa Pos yang bergerak di bidang otonomi daerah, kami semua sebanyak 25 orang mengajak member Komunitas Sahabat Blogger untuk mengikuti live Streaming youtube Berita KBR.

Gejala Awal Penyakit Kusta dan Obatnya

Apa itu Kusta ?

Kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae. Penyakit ini dapat menyerang organ tubuh seperti susunan saraf tepi, kulit, serta organ tubuh lainnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tahun 2013 provinsi Gorontalo masih termasuk kategori provinsi dengan beban kusta tinggi (High Endemik). Jadi tidak dapat dipungkiri bahwa penyakit kusta masih ada di Indonesia, entah sampe kapan.

Tanda-tanda seseorang menderita penyakit kusta antara lain, kulit mengalami bercak putih seperti panu, adanya bintil-bintil merah yang menyebar pada kulit, ada bagian tubuh yang tidak berkeringat, rasa kesemutan pada anggota badan atau bagian muka, muka berbenjol-benjol hingga menjadi muka singa (facies leomina), dan mati rasa karena kerusakan saraf tepi. Jadi waspada bila ada bercak putih/kemerahan/gelap di kulit seperti panu, segera periksa ke puskesmas.

 

Saat ini Pemerintah akan menargetkan pemberantasan secara menyeluruh di Indonesia, namun hingga kini belum terealisasi. Nah … berdasarkan profil kesehatan Indonesian tahun 2016 dilaporkan ada 16.826 penemuan kasus baru sekitar 6,50 % per 100.000 penduduk. Dari data Kemenkes RI tahun 2017 ada 34 provinsi antara lain : 11 provinsi sekitar 32,35% yang belum eliminasi kusta. Sedangkan 23 provinsi lainnya (67,65%) yang sudah eliminasi kusta.

Bicara soal penyakit Kusta Bp. Komarudin, S.Sos. M.Kes selaku Wasor kab. Bone mengatakan dimasa Pandemi Covid-19 upaya mendeteksi penyakit kusta mengalami hambatan. Yang biasanya kita jalani pemeriksaan rutin ke puskesmas, sekarang kita harus mengikuti distanching protokol kesehatan 5 M yaitu Memakai masker dengan benar, Mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir, Menjaga jarak 2 meter, Menghindari kerumunan, Membatasi mobilitas dan interaksi sertak Kontak fisik. Agar kampanye pencegahan dan pengendalian kusta di seluruh daerah tidak terhambat maka kegiatan ini tetap dilakukan dengan metode Intensified Case Finding (ICF) melalui kader kesehatan atau bidan desa. Melalui Live streaming ini, bp. Komarudin memberikan slogan untuk orang Bone “Ya Tutu Ya Slame, Ya Capa Ya Cilaka” yang artinya : “Barang siapa waspada mama ia akan selamat, barang siapa yang lalai maka ia akan celaka”

 

Bagaimana program yang dilakukan untuk pencegahan disabilitas karena kusta ?

  1. Pemberian obat pencegahan kusta, telah dilakukan oleh masyarakat kab. Bone dengan cara mendata ulang dari pihak puskesmas datang kerumah untuk memberikan penyuluhan agar mau memeriksakan diri ke puskesmas.
  2. Pemeriksaan penderita kusta, dengan memberikan obat secara gratis
  3. Melakukan kegiatan school survey, mulai dari SD, SMP dan SMA di kab. Bone
  4. Kampanye eliminasi kusta ke desa-desa dan ke sosial media salah satunya melalukan edukasi live streaming youtube Berita KBR
  5. Intensifikasi gaspending, jadi pasien kusta dan orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) hidup tanpa diskriminasi dan bisa menjalani kehidupan secara masrtabat

Menurut The Jawa Pos dengan adanya Undang-undang disabilitas bahwa tidak lagi membeda-bedakan dalam rekruitmen terhadap difabel atau non difabel, semua diukur dengan kompetisi pelamar kerja disamaratakan sesuai posisi yang dibutuhkan. Cara rekruitmen tetap sama baik difabel maupun non difabel. Sebagai penutup dari webinar ini Bp. DR. Rohman SH MH selaku Direktur Eksekutif Jawa Pos Bp. Rohman Budijanti SH MH mengatakan bahwa, sejauh ini untuk penderita kusta yang telah sembuh tidak menutup kemungkinan untuk bisa diterima bekerja di salah satu perusahaan, karena perusaaan tidak pernah membatasi kondisi fisik sesuai post yang diinginkan dalam lowongan pekerjaan tersebut. Masih banyak kesempatan kerja untuk para disabilitas tetep semangat ya …… Sampai jumpa di Berita KBR selanjutnya.

 

Salam Blogger KSB

24 Comments
  1. Elva s says

    Bila mengetahui tanda atau gejala kusta, sebisa mungkin segera laporkan ya mba, agar segera ditangani oleh pihak rumah sakit.
    Dan jangan malu bila ada salah satu keluarga yang mengalami penyakit ini, karena kebanyakan menganggap ini aib dan takut dikucilkan masyarakat.

    1. admin says

      bener banget kak, segera diobati bawa ke puskesmas, dan hilangkan stigma serta diskriminasi orang yang pernah mengalami kusta

  2. Tetty Hermawati says

    Dulu tau penyakit ini pas aku SD jadi dokcil ada penyuluhannya, eh ternyata sampai sekarang masih ada ya penyakitnya

    1. admin says

      Indonesia peringkat ke 3 penyakit kusta, karena itu kita sebagai blogger yuk … edukasikan bahwa penyakit kusta itu dapat disembuhkan, obantnya ada di puskesmas

      1. Okti Li says

        Peringkat ke tiga di dunia duh menyedihkan ya. Padahal secara kasat mata kita sudah tidak melihat penderita kusta, ya di sekitar kita di daerah perkotaan Jawa. Sementara di daerah seperti Sulawesi di sana ternyata masih banyak ya…
        Dengan adanya sosialisasi ini semoga stigma masyarakat semakin berkurang

  3. Maliha says

    Semoga ya dengan adanya perhatian yang lebih khusus lagi dari pemerintah terhadap penanggulangan kusta ditengah pandemi dapat berjalan lancar dan dengan bekerja keras kita semua berharap Indonesia bisa bebas dari kusta

    1. admin says

      karena itu kak dengan tulisan ini kita dapat meng-edukasi kepada masyarakat bahwa penyakit kusta bisa disembuhkan, obatnya ada di puskesmas. stop stigma dan diskriminasi untuk orang yang pernah mengalami kusta

  4. Okti Li says

    Peringkat ke tiga di dunia duh menyedihkan ya. Padahal secara kasat mata kita sudah tidak melihat penderita kusta, ya di sekitar kita di daerah perkotaan Jawa. Sementara di daerah seperti Sulawesi di sana ternyata masih banyak ya…
    Dengan adanya sosialisasi ini semoga stigma masyarakat semakin berkurang

    1. admin says

      Yuk … kita edukasikan kepada masyarakat melalui tulisan ini, agar masyarakat lebih paham lagi, bahwa penyakit kusta bisa disembuhkan, obatnya ada di puskesmas

  5. Rach Alida says

    Masih banyak yang tidak begitu ngeh dengan kusta. Stigma negatif terhadap penyandang kusta masih banyak. Sosialisasi seperti ini yang dibutuhkan

    1. admin says

      Karena itu lewat tulisan ini kita edukasikan tentang kusta kepada masyarakat agar lebih paham lagi bahwa penyakit kusta bisa disembuhkan dan obatnya ada di puskesmas, serta stop stigma negatif.

  6. Wiwin | Pratiwanggini.Net says

    Saya tertarik untuk tahu lebih jauh tentang penyakit kusta ini. Selama ini hanya tahu sedikit-sedikit saja. Terimakasih banyak temen-temen blogger yang membuat tulisan tentang ini.

    1. admin says

      Karena itu tgl 15 Juni kita akan talkshow Kusta bersama KBR, NLR dan Komunitas Sahabat Blogger, yuk … edukasikan melalui tulisan agar masyarakat lebih paham lagi tentang kusta dan stop Stigma serta Diskriminasi untuk orang yang pernah mengalami kusta , beri dia kesempatan untuk berkarya

  7. maya rumi says

    penyebab utama penyakit kusta apa sih mba ? sampe sekarang aku melihatnya masih mengerikan loh kalau ada disekitar kita yang terkena kusta. oiya saat ini yang lebih banyak menderita kusta berada di kota atau di daerah sih mba ?

    1. admin says

      Penyakit Kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae, namun bisa disembuhkan, obatnya ada dipuskesmas. Untuk saat ini penyakit kusta lebih banyak di daerah karena mereka tidak mengetahui cara pengobatannya. karena itu kita sebagai blogger harus bisa mengedukasi tentang penyakit kusta ini.

  8. Nunu Halimi says

    Kabar baik banget yah kalau penderita kusta bisa diterima kerja, artinya aman ya, soalnya kan stigma penderita kusta masih banyak terjadi di masyarakat.

    1. admin says

      Kabar yang sangat menyenangkan PT . Anugerah Food Frozen mempekerjakan disabilitas, dan hari ini sudah dibahas di live streaming Berita KBR

  9. Mutia Karamoy says

    Jadi ingat dulu ketika masih kecil ada tetangga yang kena Kusta tapi mitos seputar penyakit ini juga masih kuat, katanya kena kutukan lah, penyakit kiriman dll. Ternyata Kusta bisa disembuhkan ya?

    1. admin says

      Penyakit Kusta Bisa disembuhkan, obatnya ada di puskesmas

  10. Agatha Revindra Widori says

    Bahas soal Kusta jadi ingat Bapakku karena gejala mirip Kusta. Ternyata diabetes basah. Kusta sering dianggap penyakit yang memalukan kalo dikampung halamanku.

    1. admin says

      Karena itu Stop Stigma dan Diskriminasi , Kusta bisa disembuhkan, obatnya ada di puskesmas

  11. lendyagasshi says

    Kusta memang meresahkan yaa…tapi kalau ditangani dengan cepat dan tepat, in syaa Allah bisa sembuh.
    Edukasi yang baik sekali karena bekerjasama dengan KBR dan para narasumber yang ahli di bidangnya.

  12. Fenni Bungsu says

    Semangat untuk yakin bahwa kita bisa mengeliminasi penyakit kusta, dengan terus mengedukasi dan sosialisasi meski saat ini masih pandemi bukan halangan

  13. Rani says

    ternyata kusta masih menjadi momok ya untuk salah satu daerah di negeri ini. Semoga dengan banyaknya penyuluhan2 mengenai kusta, semakin banyak yang aware

Leave A Reply

Your email address will not be published.